jerman vs jepang

harianredaksi.online – Bintang Chelsea Havertz murka dengan komentar negatif yang dilontarkan fans. Sejak kekalahan Jerman vs Jepang pada piala dunia 2022 dengan skor 2-1. Havertz komplain tentang komentar negatif yang di tujukan pada teamnya.

Kekalahan tipis jerman di pertandingan pembuka piala dunia membuat havertz putus asa dengan kekalahan tim. Bukannya mendapatkan dukungan dari para pengemar fans. Malah mendapatkan komentar negatif yang menyudutkan dan membuat mental jatuh.

Hal ini membuat bintang chelsea ini menjadi murka. Karena suasana hati yang kurang baik membuat Ia sangat marah.

kesedihan havertz karena gagal unggul dari jepang

Jerman Kalah 2-1 Dari Jepang

Jerman dipaksa menyerah oleh jepang, padahal menguasai lapangan sepanjang 90 menit. Hal ini tidak menjadi jaminan bagi jerman. Tim asuhan Hansi Flick menerima kritik pedas oleh media dan fans mereka sendiri. Setelah kekalahan ini havertz merasa harus mendapatkan dukungan lebih bukan-nya di cemoohkan.

Kesedihan Bintang Chelsea Havertz

Dalam konferensi pers bintang Chelsea Havertz mengatakan bahwa “Saya sedang tidak dalam suasana hati yang baik dalam beberapa hari terakhir. Saya sangat Murka,”

Bintang Chelsea Havertz dengan murka menuturkan “Saya dapat memahami bahwa ada hal negatif viral sekarang, di antara penggemar dan media. Saya juga tahu bahwa selalu ada banyak kritikan yang ditujukan kepada kami dan tentu tidak semua orang mendukung kami”.

Mungkin kekesalan para fans boleh terluapkan, namun alangkah baiknya memberi support hingga akhir pertandingan piala dunia ini. Dukungan penuh supporter sedikit banyak akan dapat mengembalikan kepercayaan diri para pemain jerman. Sehingga dapat lolos dalam babak penyisihan group E ini. Untuk dapat lanjut ke babak 16 besar.

By Naufal Lanten

Naufal Munara Lanten, merupakan seorang multdisiplin profesi, sebagai fotografer sekaligus penulis. Bekerja sebagai reporter/penulis sejak penghujung Januari 2022 hingga Maret 2022 akhir di Akurat.co untuk mengisi kanal ekonomi, khususnya sektor riil dan infrastruktur serta properti. Sebelumnya, pernah pula bekerja sebagai reporter/jurnalis di portal berita nasional TVRINews.com sejak Januari hingga Desember 2021. Di sana, saya mengisi rubrik atau kanal ekonomi serta berkesempatan melakukan peliputan PON Papua XX di Klaster Merauke. Selain membuat naskah berita, saya juga memproduksi feature bersama tim yang hasil akhirnya di publish di kanal Youtube TVRINews. Tumbuh dan berkembang di Lenteng Agung, Jakarta, pria yang lahir 25 tahun silam ini adalah sarjana di bidang Ilmu Komunikasi, khususnya Jurusan Jurnalistik pada Oktober 2020. Pada 2016 atau saat kuliah memasuki semester tiga, saya bekerja sebagai barista paruh waktu di Ostin Coffee (dahulu kopi widstik). Sebuah kedai kopi yang belum terlalu terkenal di Jakarta namun cukup ramai dikunjungi anak muda di Tanjung Barat, Jakarta Selatan selama lebih dari dua tahun. Selanjutnya di semester lima, saya magang di salah satu Radio Broadcasting Kompas, Motion Radio 97.5 FM Jakarta, pada program 'Dagienkz Vena In Motion' sebagai asisten produser, selama dua bulan. Di semester berikutnya, pria dengan tinggi badan 184 cm ini magang sebagai fotografer di Warung Pintar, sebuah start-up retail skala kecil dan menengah yang terintegrasi dengan teknologi, selama satu bulan. Pada Oktober 2019, penggemar kopi ini pun menjadi program director di sebuah radio streaming bergenre KPOP Dreamers Radio Jakarta selama tiga bulan. Kemudian pada Januari 2020, saya bekerja di sebuah creative agency bernama 'Creative Yeka' (PT. Karya Muda Kreasi) sebagai Content Writer, hingga September 2020. Sebagai informasi tambahan, saya juga menjadi fotografer lepas sejak tahun 2017, dan juga menjadi fotografer lepas dalam program Indonesia Millennial Summit yang diselenggarakan oleh IDN Media pada tahun 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *